Saturday, January 27, 2018

Mengeksplorasi potensi wisata dadakan di Bangkinang

Newgentafajar.com
Foto from : google
Edited by : admin

Hari ini aku bakalan pergi ke sebuah tempat yaitu desa yang terletak di kabupaten Kampar, riau. Jika dihitung jarak antara kota Pekanbaru dan desa ini lebih dekat dari pada pusat kota Bangkinang itu sendiri.  Tujuanku kesana sebenarnya bukan untuk berkunjung kerumah saudara atau sekedar jalan-jalan biasa. Aku kesana untuk mengunjungi rumah nenek, tapi bukan nenek aku, neneknya teman aku namanya ago. Jadi, hari ini tuh sebelum berangkat ke sana kami berkumpul dikosan teman ago.

Setelah semuanya terkumpul kami langsung tancap gas. Kami berangkat menggunakan dua unit sepeda motor Aku dengan temannya ago satu motor, dan ago bersama dengan adiknya satu motor lagi. Sebenarnya aku nggak satu motor samo ago karena dia minta bantu ngisi bensin seandainya aku nebeng sama dia. So, alangkah hematnya jika aku tidak bersama dengannya.

Di perjalanan aku berusaha untuk membuat keakraban dengan temannya ago. Namanya riski dan setelah beberapa saat berbicara, aku langsung meminta untuk ambil alih kemudi dan menggeber motor dengan cc mesin lebih besar daripada motorku itu. Sudah lama darah pembalab ini tidak mengalir, saatnya untuk membangkitkan gairah balapku.

Cukup menyenangkan rasanya menggeber motor ini walau hanya 150, tapi posisi untuk mengendalikan motor ini cukup keren menurutku.

Selama perjalanan ada beberapa hal yang perlu aku ceritakan dalam site ini karena bisa menjadi bahan edukasi serta spot wisata kecil-kecilan
Bagi kalian.

1. Jalan dilintas Riau-Sumbar sedang dalam proses upgrade menjadi tol. Proses pengerjaan proyek ini membuat jalan menjadi semakin sempit, tepi jalan lebih tinggi dari pada jalan itu sendiri karena tepi jalan itu di beri luasan dan tinggi yang lebih dari pada jalan Aslinya. Sehingga terlihat seperti jalur aliran sungai yang kering, walau ada sedikit genangan air. Kemungkinan jika hari hujan maka jalan itu akan seperti sungai dangkal.

Tak hanya itu saja di sepanjang tepi jalan terdapat kawat baja yamg menghadap ke arah jalan. Sehingga seharusnya pengendara yang lewat situ, terutama motor harus lebih hati-hati lagi.

2. Kabupaten Kampar memiliki beragam objek wisata dadakan. Seperti halnya ulu kasok yang berada di lintas Riau-Sumbar , ada lagi spot wisata kecil-kecilan yang cukup memuaskan rasa ingin liburan atau untuk berfoto-foto. Tempat ini tidak terlalu populer dikalangan masyarakat karena daya tariknya sangat minim sekali.

newgentafajar.blogspot.com
Danau biru Bangkinang

Walaupun begitu bagi aku pribadi tempat ini sudah cukup untuk dajadikan wisata dadakan yg cukup bagus. Mengingat tempat ini adalah genangan air biru dikelilingi oleh batu kerikil dan pasir berwarna putih. Sederhana tapi oke.

3. Jalanan sepi dan dikelilingi hutan kelapa sawit.
newgentafajar.blogspot.com

Memasuki jalan ke desa yang akan kami tuju ini, terdapat hutan dan kebun kelapa sawit yang rimbun. Berkendara di jalanan seperti ini sangat menyenangkan, karena jalanan yang teduh oleh pohon dan tepi jalan yang bersemak agak tinggi, Sungguh indah dipandang mata.

Tapi, tentu harus tetap waspada terhadap ancaman bagi pengendara motor yang melewati jalan seperti itu. Jalan yang sepi dan diantara semak hutan kelapa sawit memungkinkan kejadian tak diinginkan terjadi. Misalnya begal yang saat ini sedang ramai-ramainya di kota Pekanbaru dan Bangkinang. Selain itu juga hewan yang dapat melintas seketika ketengah jalan dapat mengganggu pengendara seperti ku yang lewat dijalan ini.

      Untuk memasuki jalan menuju desa yang akan kami tuju ini ada persimpangan dengan jalan tanah sekitar 2 km. Jalan yang tidak rata membuat bahuku menjadi pegal karena harus menahan setir yang naik turun akibat jalan berlubang. Ditambah lagi aku harus menurun atau menaikkan stelan gigi pada motor yang sedang aku bawa ini.

Kopling, rem tangan, rem kaki, serta setir membuat otakku jadi Bekerja dengan maksimal. Biasanya dalam kondisi ini aku tidak bisa lagi memfokuskan kepada selain yang sedang aku lakukan, Bicara pun terkadang susah bagiku.

Tak banyak rumah yang ada dijalan ini. Hanya ada satu rumah dalam 500 meter kedepan, sangat jarang sekali. Sampai aku melihat Ago yang didepan ku membelokkan sepeda motornya ke sebuah rumah hingga akupun mengikutinya.

Rumahnya lumaya besar dari pada kontrakan ku di pusat kota Pekanbaru. Ada juga sarang burung walet, baru pertama kali aku melihat sarang burung walet. Bentuknya seperti plastik yang berbentuk sarang dan baunya sangat khas, tidak bau juga aromanya tidak terlalu menusuk ke hidung.

Sampai kami masuk kedalam rumah, aku bersalaman kepada neneknya ago yg sudah tua sekali, sepertinya berumur 60an. Aku dan Rizki hanya duduk manis sambil sesekali membalas perkataan nenek dengan senyuman.

Di usianya yg udah tua, nenek Biasanya bekerja membersihkan sarang walet itu sembari menonton TV. Tontonan nenek ternyata lebih alay, sinetron FTV. Sesekali nenek juga merespon apa yg ia lihat di TV dgn berbicara. Alay juga ni nenek gaul.

Karena sudah lama, aku mengajak ago dan Rizki untuk pulang "pulang yok. Dah mau hujan nih" . Ternyata nenek merespon dengan mengatakan "tak apa. Kita kan di dalam rumah" jawab nenek. Aku hanya tersenyum bodoh melihat ke ago. Terbesit dalam pikiran " iyalah tak apa. Tapi kan udah sore wahai nenek" aku bicara dalam hati.

Setelah beberapa saat. Akhirnya kamipun sepakat untuk pulang, dan diperjalanan pulang kami singgah ditempat wisata dadakan tadi, karena gratis. Cekrek.. cekrek.. udah pulang.

Akupun Sampai dirumah dengan selamat dan yang penting nol hemat biaya.

Sekianlah cerita yang bisa aku bagikan. Semoga bermanfaat bagiku dan bagimu.


*Ini video perjalanan trip to Bangkinang







Share:

0 komentar:

Post a Comment