Friday, August 10, 2018

Cerita Sebuah perjalanan | Menyambut HUT RI Ke-73

genta fajar


Ada baiknya untuk postingan blog kali ini gue menuliskan mengenai hal pribadi yang masih berkaitan erat dengan Indonesia, jadi postingan blog ini hingga sampai tanggal 17 agustus nanti masih akan tetap berbau negara kita tercinta dan juga mengenai apa yang gue rasakan. Ini merupakan sebuah kisah yang sampai saat ini masih teringat dan tidak banyak yang mengetahuinya, intinya ini hanya gue dan perjalanan gue.

Sebelum ini gue berifikir hal yang menjadi batas dalam hidup gue, entah bagaimana cara mengukurnya gue juga masih bingung. Disuatu ketika gue juga berfikir kenapa gue selalu merasa ada yang kurang padahal diluar sana masih banyak hal yang belum gue ketahui walaupun gue merasa sudah tahu segalanya, namun tidak. Ini hanya sedikit dari hal yang gue ketahui, mengenai batas yang gue tidak tahu dimana ujungnya. Pemikiran yang rumit ini terasa sangat asik jika gue pikirkan sendiri dan gue selalu saja tidak lupa untuk berfikir hal semacam ini.

          Gue membayangkan apa yang terjadi jika hal yang gue anggap tidak biasa, menjadi biasa. Hal yang mungkin bagi sebagian orang adalah hal yang biasa untuk dilakukan, tapi bagi sebagian orang seperti gue adalah suatu batas yang tidak bisa dilampaui begitu saja seperti orang yang memang menganggap hal itu biasa. Banyak hal yang gue anggap tidak akan pernah gue lakukan di dunia ini dan tidak akan pernah gue lakukan, ternyata pada malam itu gue memutuskan untuk melakukannya.

          Pada saat itu tanpa pikir panjang gue memantapkan hati gue untuk melakukannya, inilah awal dari sebuah perjalanan.

Sekitar pukul 6 pagi gue pulang kerumah dengan menggunakan sepeda yang pada malam itu gue bawa untuk berjalan-jalan dikota sambal membuat keputusan hingga gue capek dan memutuskan untuk numpang tidur di asrama saja. Sempat terbesit dalam benak gue untuk tidak melakukan perjalanan itu karena malas, ngantuk, dll, Tapi fikiran itu tidak bertahan lama dan hilang begitu saja. Sampai dirumah tanpa pikir-pikir lagi gue membuat rencana hingga menyiapkan pakaian. Pakaian yang gue bawa saaat itu tidak banyak hanya satu set pakaian lengkap luar dalamnya dan yang terpasang dibadan, itu saja. Uang saat itu kurang dari 50 ribu

Perjalanan dimulai ketika gue mulai mengayuh sepeda keluar dari jalanan kompleks karena hal yang pertama yang gue lakukan adalah mebeli masker penutup wajah. Selanjutnya menyusuri jalanan kota yang mulai panas karena sudah sekitar jam 10.00 wib. Gue juga sempat berfikir kembali mengenai apa yang gue lakukan ini, tapi gue tetap mengayuhkan sepeda itu dengan kaki gue.

Perjalanan ini gue renacanakan akan sampai ke tujuan dalam dua hari saja dengan cara gowes dan nebeng. Tujuan gue adalah pulang ke kempung halaman gue yang dari dulu gue anggap perjalanan itu sangat menyenangkan karena ada pemandangan yang luar biasa dan tidak akan gue rasakan selain dengan naik bus atau motor saja.

Setelah berada jauh dari kota gue memutuskan untuk mulai melakukan system nebeng agar waktu perjalanan ini tidak termakan karena habis untuk istirahat. Saat itu jalanan sedang macet karena ada acara pesta dan satu lagi entah kegiatan apa tapi yang jelas kegiatan itu berada di sekolahan kalua gue tidak salah. Itu seharunya membuat gue lebih mudah unntuk menebeng, tapi kenyataannya gue terus berifikir untuk mencari mobil pick-up atau truk yang paling depan dari kemacetan ini, ternyata sangat jauh dan gue udah mulai memilih mobil yang searah dan menanyakannya. Awalnya tidak mulus tapi setelah beberapa kali mencoba akhirnya gue mendapatkannya. Mengenai perasaan gue saat itu sudah jelas sangat senang sekali, itulah pertama kalinya gue nebeng dan diperbolehkan oleh pemilik mobilnya. Gue duduk di belakang dengan sepeda yang gue bawa dan tas yang gue sandang. Namun ternyata perjalanan itu tidak jauh, gue akhirnya turun lagi karena si pemilik mobil memutuskan untuk memutar balik dan tidak jadi melanjutkan perjalanannya. Gue fikir mungkin karena macet pada saat itu cukup parah jadi ya mau gimana lagi, gue terpaksa mengakhiri rasa senang dalam hati gue dan lanjut gowes. Sejak saat itu gue tidak mendapati tumpangan hingga sangat jauh setelah itu.

Sebelum mendapati tumpangan untuk selanjutnya terpaksa gue harus menikmati panas dan debu jalan. Gue memutuskan untuk beristirahat beberapa kali.

“jika kami tidak memulai dari sesuatu yang sekedar terlintas dalam benakmu, maka kamu tidak akan pernah memulai dari yang lebih rumit dari sekedar terlintas dalam benakmu” – 28 april 2018 @ lintas Riau-sumbar (Kampar)

Dan akhirnya gue mandapatkan tumpangan yang kedua atau mungkin yang pertama karna tumpangan yang pertama sangat dekat sekali. Gue mendapati tumpangan itu ketika sudah beberapa jam perjalanan, tepatnya pukul 11.22 wib. Mobil yang gue tumpangi saat itu adalah L300 jenis pick-up. Itu rasanya sangat senang sekali kalua boleh gue ulangi karena ketika gue melakukan perjalanan yang terkadang gue fikir tidak berguna ini ada saja orang Indonesia yang sangat baik hatinya dan memberikan gue tumpangan. Banyak hal yang gue dapatkan dari cerita-cerita dengan pemilik mobil ini mulai dari tahu bahwa Indonesia itu memang orangnya baik hati hingga nasihat karena si pemilik mobil ini menganggap gue kabur dari rumah, ya jelas gue bantahlah dan jelasin baik-baik ke sibapak sopir dan gue ada rekan dan anak kecil juga didalamnya. Mengenai kebaikan dari sipemilik mobil ini tidak hanya disitu saja, tapi dia juga menawarkan minum yang ada digalon dalam mobilnya, letaknya dekat kaki gue sehingga diperjalanan agak melipat kaki gitu. Akhirny gue terima kebaiknya dan terakhir dia menyodorkan duit sejumlah 50 ribu, sungguh hal yang sangat ingin gue miliki disaat-saat seperti ini. Namun gue tolak dengan halus dengan mengatakan bahwa perjalanan gue ini tidak akan memakai biaya yang besar. Ya pada akhirnya kami berpisah dijalan dan sibapak juga menyuruh untuk mampiir ketempatnya ketika sempat nanti.

Dari tepat ini gue gowes lagi, berjalan gue mulai terasa berat karena cuaca mulai panas dan capek. Gue lebih sering berhenti untuk mencari tumpangan lagi namun tidak semudah yang sebelum-sebelumnya, disini lumayan susah karena gue fikir banyak yang sedang ingin cepat  sampai ketujuan mereka masing-masing. Gue hampir saja patah semangat untuk melanjutkan perjalanan ini namun setelah gue pikir perjalanan kembali akan sama beratnya dari pada lanjut.

Sedikit demi sedikit perjalanan ini gue lanjutkan dengan gowes dan menanyakan setiap kendaraan pick up yang gue temui, sesekali juga berhenti dan focus untuk mengangkat jempol sambal teriak “numpang ciek da!” ini adalah Bahasa minang yang jika diartikan “nebeng”

Setelah susah payah nanya kesana-kemari dan mengangkat jempol akhirnya ada mobil pickup yang melambatkan lajunya dan gue samperin. Gue tanya arahnya dan boleh tidaknya, akhirnya gue numpang juga dan Im so happy lah pokoknya. Awalnya gue duduk di bak belakang yang gue udah cukup bersyukur, dan ternyata tak jauh kemudian si abang punya mobil ini menyuruh gue pindah kedepan, dan gue mau dong secara ya gak kapasan.

”orang yang tidak bisa bicara bukan tidak mungkin akan menjadi pembicara, karena untuk menjadi harus memperlajari” – 28 april 2018 @ lintas bangkinang-sumbar

Awalnya gue Cuma diam saja diperjalanan hingga akhirnya gue berani memulai pembicaraan dengan abang sopirnya. Diperjalanan kami banyak bicara hal-hal mengenai bisnis dan masa depan, topik yang sangat gue sukai. Setelah beberapa lama gue tahu bahwa nama abang itu adalah @kharaben ( cek ig nya) dengan si abang ini gue banyak cerita – cerita disepanjang jalan, menurut gue abangnya ini sangat baik sekali karena dia selalu menerima apa yang kita ucapkan tanpa membantahnya hingga gue merasa di dengarin. Tak hanya disitu saja diperjalanan gue juga dibeliin es tebu dan diperbolehkan untuk meminjam HPnya untuk dokumentasi gue, secara HP gue kameranya tidak berfungsi lagi.

Gue juga minta berhenti sebentar untuk berfoto di kelok 9

genta fajar
pickup dan sepeda


Kami berhenti dan take beberapa foto untuk dokumentasi. Hingga akhiirnya
 Lagi kami berpisah. Ini merupakan tumpangan terjauh gue dan terlama dan menyenangkan.

Kami berpisah di payahkumbuh.

Gue melanjutkan perjalanan dengan sepeda lagi. Karena udah sore gue juga harus menunaikan sholat yang tadi gue hutang sekaligus. Gue berhenti di sebuah masjid dan sholat. Perasan gue sholat di payakumbuh ini adalah cemas dan ragu karena gue sholatnya udah hampir jam 5an dan orang-orang disekitar pada ngeliatin gue. Mungkin karena tampang gue yang kucel kali ya. Liat aja fotonya tuh, yakan.

Perjalan berlanjut dengan gowes yang udah mulai berat, lapar, dan capek juga. Kalua ditanya tempat paling berta bagi gue adalah di tempat ini karena mencari tumpangan di tempat ini sangat amat susah, ini tempat nebeng paling susah menurut gue. Tapi karena pemandangannya sangat indah dan tidak begitu panas jadi yang sama aja denga yang sebelumnya. Kurang lebih sih begitu.

Berjam-jam bin berkilo-kilo mengayuh sepeda ini gue akhrinya dapat tumpangan juga yang mengantarin gue hingga sampai ketujuan. Kali ini  yang ngaterin gue adalah suami istri yang sengaja mengantarkan gue karena dari tadi gue gak sengaja minta tebengan sama mereka terus. Orangnya ramah dan baik-baik juga tapi ketika ini gue udah mulai gelap dan capek sekali. Jadi gabanyak yang gue ingat selain turun dan berterimakasih karena sudah mau mengantar gue sejauh ini.

Gue turun dan membeli pulsa dan minuman. Akhirnya gue sampai juga!!!

Nah, dari perjalanan gue ini banyak hal yang tidak gue dapatin dari hanya sekedar memikirkan untuk melampaui batas gue. Batas yang sesungguhnya bukanlah hal yang tidak bisa kita tembus tapi adalah hal yang sengaja kita ciptakan untuk tidak dapat menembus atau melapauinya.
Dan selain itu hal yang gue anggap tidak berguna ini ternyata banyak gunanya, karena dari situ gue dapat mengetahu bahwa jika kita menganggap banyak orang cuek terhadap apa yang kita lakukan tapi banyak juga orang yang perduli dengan yang kita lakukan itu. Selain itu juga orang yang gue temui selama diperjalanan sangat ramah-ramah dan baik sekali. Membuktikan bahwa Indonesia memang terkenal dengan masyarakatnya yang ramah.\

MERDEKA!!!

Share:

0 komentar:

Post a Comment