Hari ini tepat pada tanggal 14 Agustus 2018 adalah hari pramuka, tepat dua hari sebelum hari ulang tahun republik Indonesia yang ke 73. Usia Indonesia udah bisa dibilang kakek-kakek ya guys, tapi dibandingkan negara maju seperti USA negara kita ini masih muda loh. Jadi semangat perjuangan kita untuk memajukan negara ini jangan seperti orang yang sudah tua ya. Itu sedikit mengenai umur NKRI dan kalau bicara umurnya Pramuka hanya 53 tahun yang kalau diibaratkan lagi pramuka itu umurnya seperti abangnya, mungkin.
Apa sih pramuka?
Mungkin ada yang lupa mengenai apa itu pramuka jadi gue akan menjelaskan secara singkat dan seksama mengenai apa itu pramuka. Pramuka itu panjangan dari praja, muda, dan karana artinya anak muda yang suka berkarya, kurang lebih seperti itu. Pramuka itu sendiri bukan cuma untuk yang muda tapi ada juga yang tua biasanya disebut purna mirip dengan TNI dan Polri gitu, karena sistem organisasi dalam Pramuka layaknya TNI ataupun polri itu sendiri. Untuk purna pramuka adalah tingkatan yang diisi oleh para kakek kakek yg dulunya ikut Pramuka jadi kalau ada yang ingin mendapatkan gelar purna haruslah tua dulu karena kalau tidak anda tentu tidak bisa menyogok orang untuk mendapatkan gelar legend itu, kiding :)
Pengalaman penulis mengenai pramuka itu saat SMA dulu, penulis selalu suka kalau ikutan kegiatan Pramuka karena selain kita dapat libur dari pelajaran tapi juga bisa nongkrong bareng anak SMA lain di tempat yang kami sebut buper (bumi perkemahan). Walaupun gak bisa dibilang liburan ya karena selama di buper itu kita harus mengikuti setiap kegiatannya dengan baik, ikuti aturan-aturan lainnya seperti gaboleh begadang, dan nongkrong hingga larut malam.
Selain kemah, ada yang namanya jelajah alam atau bahasa Inggrisnya hiking. Disana kita belajar membaca peta, membaca jalur supaya gak nyasar, dan bertahan hingga akhir. Memang rasanya gak teralalu berat kalau lewat mulut tapi percayalah jika mulut sudah tak punya kuasa dan kaki sudah terasa letih maka semua terasa berat. Ketika penulis dulu ikut hiking itu yang paling kerasa adalah haus dan capek itu sudah cukup membuat semuanya kacau hingga yang tadinya berjalan bareng regu akhirnya jalan sendiri-sendiri. Seharusnya kami berjalan bersama sesuai petunjuk teknis selama berjalan di hutan agar tidak tersesat dan agar tidak terjadi apa-apa. Maklum karena waktu itu adalah awal kami mencoba hiking.
Karena ini merupakan hiking pertama maka kami cuma membawa minum sedikit dan makanan juga tidak banyak. Kekurangan makanan di perjalan tidak terlalu berpengaruh buat kami, namun minum yang kami bawa sudah habis dan luar biasanya minuman itu habis di pos ke dua sedangkan perjalanan kami akan ada 5 pos yang masing-masing pos berjarak sekitar 30menit jalan kaki. Belum juga ada rintangan dan jalan mendaki bukit makin membuat kami dehidrasi. Untuk itu aku mencari minum di sungai kecil yang airnya jernih dan luar biasanya lagi tidak ada sungai yang airnya jernih. Waktu itu aku melihat tunas kelapa, aku ingat dulu wsktu kecil aku sering memakan pucuknya yang tidak terlalu keras dan rasanya seperti makan mentimun dicampur bengkoang setidaknya bisa memberikan motivasi kepada perut ini bahwa aku sedang berjuang mencari air untuk diminum.
Sampai di pos ke 4 kami melihat ada jalanan aspal, namun tidak ada satupun warung atau rumah yang sekedar berdiri di tepi jalan. Akhirnya setelah agak lama melihat sana sini kami melihat sebuah rumah yang tidak ada orangnya, tapi masih terawat jadi kami pikir ada orangnya untuk minta minum. Setelah kami lebih dekat ternyata rumah itu ditinggal pemiliknya, awalnya kami kecewa karena rasa haus sudah tidak tahan lagi.
Karena begitu hausnya aku dengan sedikit cairan dalam otakku mencari disekitar rumah itu apapun yang bisa di minum, entah itu sumur atau apapun. Dibelakang rumah kami perhatikan tidak ada apapun kecuali batang tebu yang kelihatannya bernasib sama seperti kami dan kami sungkan untuk "melakukannya". Setelah di cari lagi kami menemukan tempat tangki air yang berwarna orange di atas atap rumah itu.
"Bagaikan Surga yang tak dirindukan tapi dalam bentuk yang kami butuhkan"
Aku segera memanjat itu tangki air yang segar. Uwahhh (iler kering netes)
Botol kami isi penuh dan kami para lelaki minum airnya dulu. Aku yang mengambil airnya awalnya tidak melihat ada jentik nyamuk dalam air itu, namun setelah diperhatikan ternyata ada jentiknya. Lalu aku beritahu teman yang dibawah. Entah karena hausnya udah gak tahan mereka bilang " udah ambilkan saja, pilih yang gak ada jentiknya" aku mengisyakan saja perkataan mereka dan akhirnya kami minum dan membawa untuk bekal dan diberikan kepada anggota yang perempuan.
Setelah rasa haus hilang hatipun senang!
Kami berjalan dari rumah itu menuju tempat pos 4 dengan gagah dan segar seolah kami habis kecebur dalam sungai. Sampai ditempat anggota perempuan itu berkumpul kami memberikan air yang kami ambil tadi. Namun ternyata mereka sudah minum dari air minum kemasan yang di berikan panitia. Hmm, okehh...
Itulah pengalaman yang pernah aku rasakan waktu ikut dalam kegiatan Pramuka dulu. Sangat banyak kenangan menarik lainnya, kalau diceritakan bakalan panjang banget maka dari itu jika pengen tahu silahkan koment nanti penulis buatkan part-part nya biar lebih terstruktur. Okeh segitu saja postingan kali ini SELAMAT HARI PRAMUKA NASIONAL ke 53th.
Satyaku kudharmakan
Dharmaku kubaktikan
MERDEKA!!!

0 komentar:
Post a Comment