Thursday, August 9, 2018

MENGENAI RIAU NEGERI RUMPUN MELAYU | Menyambut HUT RI ke-73

Hallo semua, ini merupakan postingan ke 4 gue dalam menyambut hari kemerdekaan RI pada tanggal 17 agustus 2018 yang berumur 73tahun ini. pada postingan sebelum-sebelumnya gue sempat menuliskan bahwa gue ingin menuliskan semua hal mengenai indonesia hingga puncaknya pada 17 agustus nanti, so gue akan menuliskan hal mengenai riau karena hari ini riau sedang berulang tahun ke 61 dan juga karena saat ini gue lagi tinggal di riau. dan bagi kalian yang belum membaca blog aku sebelumnya silahkan KLIK DISINI.

Riau ini sejak gue pindah kesini sekitar 5 atau 6 tahun yang lalu sudah terkenal dengan panasnya, hawa panasnya itu memamng tidak terlalu panas sekali hingga membakar kulit, tapi kadang ada beberapa hari yang seperti itu tapi tetap saja lo gak bakalan menghitam alias gosong selama disini, buktinya warga riau itu banyak yang putih-putih kok, dulu waktu gue pulang ke kampung juga sempat ada perubahan kulit gue menjadi agak lebih putih dari pada sebelumnya. selain dari itu riau ini dulunya sangat amat menyenangkan bagi gue, karena gue dari kecil belum pernah hidup di kota.

tinggal diriau ini, khususnya pekanbaru adalah hal yang paling melekat bagi gue karena disini semua masa-masa remaja gue berbekas, dari awal masuk SMA hingga gue kuliah semua sangat membekas dalam ingatan gue, apalagi pergaulannya. sahabat-sahabat gue dulu ketika SMA adalah hal yang susah untuk dilupain, ini berkat masa-masa SMA yang absurd abis, gila-gilaan, sampai kami semua menjadi orang yang jaim-jaiman.

itu sedikti mengenai pengalaman gue yang dapat gue share, kalian pasti punya cerita sendiri-sendiri mengenai kehidupan dikota kalian masing-masing, mungkin juga kalian yang tinggal dikota yang sama dengan gue, gue pikir kalian akan memiliki sedikit kesamaan dengan gue.

kalau menulis tentang riau hal yang tidak bisa dilepaskan dari negeri ini adalah, MINYAK BUMI. yak, riau merupakan salah satu daerah penghasil minyak bumi yang besar diindonesia oleh karna itu gasalah jika gue menganggap daerah tempat tinggal gue ini adalah arabnya indonesia, hehe, it's true loh. gue juga mau kalian tahu (walaupun mungkin kalian sudah tahu) bahwa saat ini diriau tepatnya di rokan ada tambang minyak yang sangat luas, namun sayang sekarang masih di olah oleh orang luar negeri, sayang bangettt.
eits, tapi denger-denger angin berhembus dan hembusannya adalah nyata bahwa tempat itu namanya blok rokan akan diolah bangsak kita sendiri loh. nah, senang banget dengar kenyataan seperti ini kan. katanya juga perusahaan BUMN lah yang akan mengabil alih dengan tenaga orang indonesia yang mana para pekerja tadi dibawah perintah orang asing sekarang berada dibawah perintah saudara setanah air loh, gue anggap  ini sebuah hal yang positif.

tak hanya dalam sektor minyak yang menyumbangkan pendapatan bagi indonesia, tapi perkebunan sawit juga menjadi komoditi unggulan di riau dan lahan perkebunan sawit diriau juga sangat banyak dan telah dikembangkan diriau ini perkebunan kurma hingga  sudah cocok gue sebut negri ini arabnya indonesia, ini berkat cuaca yang mendukung.

gue objek wisata di riau ini juga sudah terkenal hingga ke seluruh negeri ini, UK misalnya orang setempat menyebutnya ulu kasok yang disingkat UK. pemandanga yang disuguhkan juga lumayan menarik yaitu hamparan pulau-pulau kecil yang berda di tengah danau yang sangat luas hingga konon katanya sangat mirip dengan kepulauan raja ampat yang terkenal di papua sana.

baca juga : Perjalan menuju negeri seribu rumah gadang

selain itu masih banyak objek-objek wisata lain yang baru ditemukan oleh masyarakat setempat, mungkin baru saat ini orang riau menjadi tertarik untuk mengeksplorasi wilayahnya yang bisa dikatakan banyak menyimpan keindahan alam tersembunyi.

ibukota riau, pekanbaru juga sudah berkembang dengan cepat sehingga banyak pembangunan besar-besaran yang dilakukan contohnya adalah jalan tol lintas sumatra yang sedang dalam tahap pengerjaan yang mana akan menghubungkan riau dan sumbar, wow jadi mudah pulang kampung dong, hehe. memang sudah seharusnya jalan tol ini di buat karena banyak hal yang dari kedua negeri ini harus bekerja sama dalam bidang ekonomi khusunya. ada juga pembangunan jalan layang yang dibangun di tengah kota sehingga diharakan akan membuat kota pekanbaru lebih maju lagi, dan yang terakhir yang lumayan penting yaitu kantor pemerintahan pusat akan berganti diganti menjadi taman rekreasi anak yang udah mulai banyak, gue senang karena gue butuh penyaluran masa kanak-kanak yang belum tersalurkan disini, mengenai pindahnya kemana, itu disekitar tenayan raya sana pokoknya. nanti disini cuma akan ada kontor Pemprovnya saja.

yang paling enak paling belakangan dimakan, begitu juga pembahasannya, ehehe.

dari awal pasti kalian sudah merasa ada yang kurang dalam pembahasan mengenai Riau ini. yak betul sekali kurang afdo rasanya kalau melayu di riau dihilangkan atau nggak dibahas sama sekali. inilah pembahasan detailnya :

Melayu Riau (Jawi: ملايو رياو) adalah salah satu dari banyak Rumpun Melayu yang ada di nusantara. Mereka berasal dari daerah Riau yang menyebar di seluruh wilayah sampai ke pulau-pulau terkecil yang termasuk dalam wilayah provinsi Riau dan kepulauan Riau. Wilayah kediaman mereka yang utama adalah di daerah Riau kepulauan, sebagian besar di Bengkalis, Indragiri Hulu, Kampar, dan wilayah Pekanbaru yang merupakan kekuatan kerajaan Riau pada masa lampau.

Provinsi Riau, terletak di bagian tengah Pulau Sumatera. Sebelah Utara provinsi ini berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara dan Selat Malaka, di sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi Jambi, sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat, dan di sebelah Timur berbatasan dengan Laut Cina Selatan. Meskipun sebagian besar penduduk Melayu Riau hidup di Pulau Sumatera, sebagian lain tinggal di kepulauan. Dua pulau yang paling berkembang dalam gugusan pulau itu adalah Pulau Batam dan Pulau Bintan.

Bahasa Melayu Riau adalah bagian dari rumpun Bahasa Melayu. Bahasa Riau sendiri memiliki dua dialek, yakni dialek Melayu Riau Daratan yang digunakan di Pulau Sumatera, dan dialek yang mereka gunakan di Kepulauan Riau dan di daerah pesisir pantai. Sastra Melayu Riau terekam dengan baik dalam pantun, syair, gurindam, hikayat, karmina, seloka, puisi-puisi tradisional, peribahasa lokal, mantra-mantra, dan kisah-kisah roman, serta bentuk-bentuk ekspresi lainnya yang mereka gunakan untuk mengungkapkan perasaan mereka. (wikipedia.id)

negeri ini juga banyak menghasilkan orang-orang cerdik, pandai, alim ulama yang terkenal layaknya negeri minangkabau yang merupakan tetangganya. selain itu melayu di riau ini memiliki rasa toleransi yang sangat tinggi sehingga banyak orrang luar riau menyukai negeri ini untuk tempat mengadu nasib sebagian besarnya juga dari negeri minangkabau. hal ini karena kedua negeri ini sama-sama memiliki dasar yang sangat kuat, itulah islam agama yang menjadi tumpuan kedua suku ini, oleh karenanya di minangkabau ada pepatah mengatakan "adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah"

dinegeri melayu ini jika tidak ada islam maka hilang "me"nya maka tinggallah "layu" saja. kata seorang tokoh alim ulama di riau

semoga bermanfaat...

MERDEKA!!!
Share:

0 komentar:

Post a Comment