Wednesday, May 8, 2019

3 Sikap yang membuat semuanya menjadi normal kembali

Siap, sigap, dan bersahaja.

 Siap gerak!!!

 Begitulah sekiranya aba-aba yang diberikan oleh komandan kepada prajuritnya. Aba-aba yang menyatakan bahwa setiap prajurit harus 'siap' dengan apa yang akan ia perintahkan selanjutnya yaitu segala kemungkinan yang dianggap penting. Ketika sudah di 'siap' kan maka perintah selanjutnya akan menjadi sesuatu yang dapat diukur oleh fikiran setiap prajurit.

 Lain cerita dengan aba-aba tadi, kalau kita siap artinya kita sudah berfikir siap menerima apa yang akan datang kepada kita. Banyak hal bisa saja datang dalam bentuk apapun maka dari itu jika kita siap kita sudah selangkah lebih awal dari hal yang akan datang tersebut.

 Sigap setidaknya memiliki maksud yang sama dengan kata 'siap'. Yaitu dengan durasi yang cukup lama untuk bersiap dan mengolah setiap hal yang datang untuk diambil tindakan yang diperlukan. Jika 'siap' saja berarti sudah mampu memikirkan jauh kedepan mengenai hal yang akan terjadi, maka sigap adalah suatu hal yang menjadi pondasi keduanya, yang menjadikan sebuah benteng untuk menampung apapun yang akan datang.

 Sigap dan siap merupakan sikap psikologis yang merupakan pondasi dasar dalam menerima setiap kemungkinan, butuh sesuatu yang dapat membuatnya lebih terlihat anggun dan menarik. Yaitu,

 Bersahaja. Pondasi dasar dalam sikap sudah ditanam alias diketahui bersama dalam benak kita tinggal kemauan untuk melakukannya. Itu cukup untuk menjadikan diri kita tenang dan aman beberapa saat hingga ada kekacauan yang lebih kompleks meruntuhkannya. Maka dari itu kita tidak dapat menghindari ini dengan cara mengulang kedua sikap diawal tadi melainkan butuh yang namanya 'bersahaja' untuk membuat semuanya terlihat lebih baik dan berjalan seperti mestinya.

 Dalam konteks lain berupa mengahadapi pasien, teman yang tidak disukai, orang baru, dan menyikapi problem hidup juga bisa diterapkan.

 Beberapa penyimpangan mungkin akan ditemukan dalam mengaplikasikan sikap ini, tapi itu cuma masalah waktu saja sampai semuanya bisa dipahami dan membuat apa yang sedang kita hadapi menjadi normal kembali.
Share:

0 komentar:

Post a Comment