Thursday, September 19, 2019

Filosofi Asap | KARHUTLA RIAU

Pernah mendengar tiada asap tanpa ada api? Mungkin hal itulah yang sedang terjadi di Riau yang saat ini sedang berasap. Namun bisa jadi Api disini ada dua maknanya, yang pertama ialah api yang benar-benar api -yang membakar apa saja tanpa melihat apakah benda itu bisa dibakar atau tidak tapi justru semuanya rata tapi yang membedakan adalah kekuatan benda itu sendiri bagaikan seorang pemimpin yang tidak pandang bulu terhadap kedzaliman yang menyiksa rakyatnya- dan yang lainnya adalah api yang menjurus makna kepada si pembuat ulah. Si Pembuat ulah, kita sebut semacam ini dulu karena bahasa ini langsung terlintas dibenak saya jadi saya pikir akan mudah untuk bisa teman-teman tangkap dan pahami.

Apa sebenarnya si Pembuat Ulah ini?
Apakah dia adalah penjahat? Apakah dia pencuri? Apakah dia anak nakal? Atau apakah dia campuran semuanya? Pasti akan kita temukan jawabannya setelah mengurai benang kusut dari bencana asap ini.

Terduga atau tidak namun saya hanya melihat dari sudut orang awan saja bahwa si Pembuat Ulah ini tidaklah makhluk yang lemah, minim pengetahuan, buta asas kehidupan, atau tidak tahu aturan-aturan main di negeri ini. Maka langsung saja kita analisis dalam sudut pandang lain, - lokasinya- dan jika dilihat lokasi api itu berada berada di hutan. Hutan yang jika dimanfaatkan maka hutan itu bisa diisi oleh hiruk pikuk kehidupan yang bereksistensi tinggi.

Namun sayangnya butuh biaya besar untuk mengeksplorasi hutan ini, dan membersihkan semua penghalang/penghambat pembangunan kehidupan baru. Satu-satunya cara yang mudah sekaligus tidak perlu memikirkan dampaknya terhadap semuanya hanyalah memberikan api. Inilah hasil dari uraian singkat dan terkesan dipaksa mengarah kepada pembakar hutan ini.

Walaupun begitu, saya sebenarnya sangat amat berduka dan prihatin atas bencana yang merugikan diri saya sendiri, orang terdekat saya, teman-teman dan kenalan, hingga tetangga dekat maupun jauh di Kota Pekanbaru ini. Asap yang saya dan orang-orang terdekat saya rasakan sangatlah tidak sehat. Namun perubahan-perubahan kondisi angin dan macam-macamnya membuat ketebalan asap berubah-ubah dan berbeda-beda setiap tempatnya. Di beberapa saat dan tempat kondisinya tidak terlalu buruk sehingga kadang dijadikan tolak ukur akan bahaya asap yang sebenarnya sudah sangat bahaya.

#riaudibakanbukanterbakar
#saveriau
#negeriasap
Share:

0 komentar:

Post a Comment